Tuesday, April 18, 2006

To Freak or To Be Freak

Akhirnya kemaren aku "berjodoh" sama si Amoy (Sheila) setelah udah nyoba ribuan kali untuk ketemuan tapi ngga pernah klop jadwalnya. Kalo Keke ngga tiba-tiba nelepon & bilang bahwa dia ada di taxi & udah ada di deket Gedung Niaga, ngga jadi lagi tuh! Singkat cerita akhirnya kita ke Sup Sip di Dharmawangsa Square. Si Amoy masih di jalan abis syuting tapi obrolan jalan terus antara aku & Keke. Kayanya napsu banget pengen semua diceritain. :p Berdua Keke obrolan masih rada exklusif, cerita yang hanya kita berdua yang tau. Tapi 1 thing I've come to notice. Kok kebanyakan yang diobrolin seputar kerjaan ya??? Biasanya soal kerjaan cuman dapet porsi kecil. Selebihnya pasti tentang hal-hal yang lebih juicy. ;p Tapi yang diobrolin kemaren tuh syutingan, lemburan, picingan, frilensan, kantoran, CDan.. Uuuugh! Boseeeeeeen!! Belok bentar ke soal perjodohan antar temen tapi ngga tau kenapa balik lagi ke soal kerjaan. Berenti bentar trus ngebahas Mango Salad yang kurang oke & Tom Yam yang lumayan sampe mesen mangkok ke 2, tapi teteeeeeup! Ngomongin kerjaan lagi.
Agak lama akhirnya si Amoy datang juga. Standar cipika-cipiki, ngomentarin rambut barunya yang bule, dia agak gemukan, bajunya yang mecing seperti biasa dll. Salahnya aku nanya "Abis syuting apa tadi?" Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! Gara-gara pertanyaan itu nyambung lagi deh ngomongin kerjaan. Damn, Farika! You're never good in basa-basi so stop trying! Si Amoy cerita susahnya syuting pake bayi, tempatnya jauh, panasnya minta ampun, perut maag karena kebanyakan makan, PHnya apa, director-nya siapa blablablablablabla. Rasanya aku udah usaha banget membelokkan omongan ke topik yang lebih menarik like....boys? :p Tapi akhirnya aku nyerah & mulai deh ngebahas mantan klien yang super dung-dung, TVC apa yang keren sekarang sampai ke soal siapa aja agency yang bakal ikut "tempur" dalam waktu deket ini tanpa nge-reveal strategi masing-masing. Eeeekh... Just reminding about it makes me nauseous. Padahal di awal obrolan ada yang ngomong gini: "Iya nih, lagi jenuh-jenuhnya gue ma kerjaan! Pengen resign.." Hmm..dia orang keberapa ya yang ngomong kaya gitu sama aku? Tapi tanpa disadarin yang dia omongin tetep soal kerjaan, soal iklan. :)
I can't help but wonder apa orang yang kerjanya di bank juga kaya kita gini. Tiap ketemuan, of all the best topics in the world, yang dibahas tetep soal kredit macet, suku bunga & kurs valuta asing. Jadi inget, dulu ada CW yang cerita bahwa dia & pacarnya yang AD made a pact. Pokonya tiap mereka lagi berdua, ngga boleh sama sekali ngebahas soal iklan whatsoever :D I'm sure it's not becoz of their passion has faded. Soalnya kalo iya pasti udah pada resign dari jaman kapan tau. Manusiawi aja kali. Every man will reach a certain point in his life when he feels that enough is enough...at least for now. Bahwa nanti bakal "naek" lagi sih mungkin aja :) Sekarang mungkin pilihannya adalah whether to freak out karena udah jenuh banget ato...ya kalo udah jenuh aja masih tetep dijadiin topik paling hangat, that means you're "chosen" to be an (advertising) freak for life. Got the point? You have no choice!! :D

4 comments:

Reza said...

It's our culture. In Jakarta you eat, sleep and breathe your work, you prolly have little time for anything else, don't you? It's a fact of life. It's the situation that dictates it. So don't despair if you can't talk about anything else unless it's work-related because it's a given.
This place presents the notion that it's for life, liberty and the pursuit of (superficial) hapiness. Have a look at that, and then you'll know what to do next.
I miss you my sweet little thing :-)

papahnya syifa said...

Kadang memang aneh, di saat kerja kita ngomongin hal laen. Di saat nggak kerja,eh malah ngomongin kerjaan...

Farika said...

Ezaaaaaaaaaaaaaaaa! WOW! You're here????????? Miss you too, Za! iloveuiloveuiloveuiloveuiloveu!!!

rangga said...

there's no reason of being ashamed for your particular condition known as "talkworkus everytimus"...

at least you know that you love your work and that, my dear, is a big plus.

and oh, the choice is always there.