Thursday, May 11, 2006

Who's Your Foe(s)

Paling gampang kalo ditanya "Siapa sih temen baek kamu?" atau "Keke itu sahabat kamu ya, Frix?". Kalo beneran temen, harusnya tanpa perlu banyak mikir kita langsung tau jawabannya. Ngejawabnya pun dengan senyum atau bahkan dengan wajah yang sumringah. Semua orang pasti punya temen. Pasti. Meskipun nggak akrab-akrab amat, tapi ada lah pasti yang pantes kamu sebut "temen". But what about enemy?
Seperti layaknya di film-film ada tokoh antagonis, dalam kehidupan nyata, menurutku paling ngga kita punya 1 orang yang kita sebelin. Banget. I must admit this posting is very much not educational :D Anyhow, si orang ini could be anyone.
And the strangest part is, you don't even have to actually know or have met that person. Bisa aja dia seseorang yang sering ngomentarin pendapat orang lewat milis. Begitu kamu baca komentar-komentarnya yang so' tau (menurut kamu), kamu jadi sebel banget sama orang ini. Someone who betrayed you. Someone who broke your heart. Someone who stole your ideas & sold it to your mutual bosses. Someone who's flirting with your lover. Someone who stab you from behind. Someone who sabotage your work. Someone whom you're destructively jealous. Anyone!
Aku punya :) Ngga, ngga bangga kok. Cuman mau ngakuin bahwa aku punya seseorang untuk disebelin (hihihihih kalimat yang aneeeeh!) Sebagai orang yang tingkat toleransinya tergolong rendah, dengan sangat menyesal aku harus ngaku bahwa bahkan aku punya lebih dari 1. Sebelnya tuh sampe sebel banget. Biasanya kalo udah mencapai titik crucial, I choose to erase this person out of my life completely & to me, this person doesn't exist anymore. Yang lebih nyebelin lagi, saking sebelnya jadi sering dipikirin. Sejenis ngehayal tepatnya. Misal kalo suatu hari sampe harus ketemu sama orang itu, aku bakal gimana ya? Ngomong apa? Ekspresi wajahku kaya apa? Kalo udah kaya gitu, nasty conversation sliweran inside my head. And I do mean "nasty". Sick, eh! :p *sigh* I know.... Eh, tapi ada juga lo.. Gara-gara udah aku anggap ngga exist, trus jadi lupa sama sekali sama orang ini. Nah, karena lupa, sebelnya juga jadi ilang. Karena udah ngga inget what made me hate this person in the first place. Pas ketemu lagi, malah cipika cipiki! Wekekekekek Farika, you sicko!
Don't get me wrong. I'm not proud about this. This is actually very tiring. Stupid sebenernya. Karena, let's face it! Ngga semua yang ada di dunia ini bisa nyenengin hati kita. Pasti kita bakal ketemu sama hal-hal yang kita sebelin. Udah ilang sebel sama yang 1, eeeeeh muncul orang baru! Dan begitu seterusnya. Kalo udah gitu, you have to make a choice. Whether to let the hatred eating you alive, atau just face it & let it go. Ah, tau deh... Don't mind me. This is just me, being eaten by hatred as we speak.

-You can not sedate all the things you hate- Marylin Manson

4 comments:

Akbar Amaru said...

Frik, kalo gue sih gak percaya dengan sahabat atau musuh sejati. Bagi manusia yang ada cuma kepentingan pribadi sejati. Makanya kita dilarang mencintai teman atau membenci musuh secara berlebihan. What do you think?

oca said...

freaky, mungkin bukan orangnya kali ya yang kudu dibenci... kelakuannya kali yeee beb??!
so, who's your foe? :P

adjie said...

kata temenku, paling enak "musuh" dalam selimyut... ;p

Farika said...

Hmmm dilarang "me-" apa pun secara berlebihan sih setuju, tapi i believe dengan namanya sahabat :)

Kalo orang sama kelakuan emang beda item ya, Ca? To me they all came in 1 package. Hihihihih! Ada deeeeeeh pokonya!

Apa seh Jiiiiiiiiiiiiiiiiii :p