Monday, July 10, 2006

Closure

Kayla had a boyfriend of 10 years. They spent almost half their lives together. Bisa ditebak, begitu dewasa mereka pun mulai berencana untuk nikah suatu hari nanti. Tapi siapa sangka, begitu Kayla udah settle & comfort dengan pekerjaan barunya, dia mulai ragu dengan pacarnya. Ngga ada cowo laen, ngga ada having a crush on somebody else. She just felt that something wasn’t right between them but maintained to stay together. Until one day, for whatever reason, she decided to quit. Quit from his life…& her life with him. Keputusan yang berat banget. Karena biar bagaimanapun, sebetulnya Kayla masih cinta berat sama cowonya. Setiap kali ngedenger ato ngga sengaja ngucap namanya, aer mata Kayla selalu netes. Bahkan waktu dia udah punya cowo baru sekalipun. Cowo yang bener-bener dia cintain & anggap lebih baek dari mantannya itu. Singkat cerita, Kayla nikah deh sama cowo barunya ini & ngga pernah ketemu ato berhubungan lagi sama mantannya yang dulu itu.
Beberapa taun kemudian
Kayla ngaku, masih suka deg-degan kalo inget sama mantannya. Apalagi kalo ngga sengaja ketemu mantan-bakal-ade ipar ato mertuanya di mall ato dimana pun. Cerita-cerita tentang mantannya masih sering dia denger, dari temen ato dari keluarga. Suatu hari aku pernah nanya, kenapa sih ngga coba telepon, just to say hello or something. She refused for a reason I might never know or understand. Mungkin maksudnya baek, untuk menghindari hal-hal yang ngga diinginkan. Kalo alasannya itu, aku setuju. Tapi lately she got me thinking again. Terlebih waktu dia cerita bahwa akhir-akhir ini dia sering mimpiin si mantan & dapet informasi dari seorang informan sukarela bahwa si mantan itu baru putus sama pacarnya. Was it some kind of a sign, she asked me. I dunno. Mungkin. Tapi sign apa juga?
Sampe detik ini pun, aku ngga pernah tau alasen yang sebenernya kenapa kamu milih putus. Padahal aku tau, dulu kamu cinta banget sama cowo itu. It’s okay. You were not meant to be together. Life goes on. Tapi kayanya ada yang masih ngeganjel di hati kamu ya? Mungkin ngga, karena blom pernah ada closure di antara kamu berdua? Ngga ada pembicaraan serius dari hati ke hati, tanpa saling menuding penuh emosi, yang ngebahas alasan logis & non logis kenapa dulu kamu milih putus. Mungkin sampe detik ini si cowo ngga pernah tau & masih bertanya-tanya apa kira-kira salahnya dia sampe diputusin kaya gitu. “Sekarang sih udah ngga penting!” Mungkin. Tapi mungkin juga penting. Cukup penting malah, kalo sampe di bawah alam sadar, kamu masih kepikiran sama dia. Kayanya dulu aku udah pernah nyaranin ini juga, & kamu nolak (ato jangan-jangan udah tapi ngga cerita?). Again, I would say this once again. Closure. Try it & you might not regret it.

*Kalo ada persamaan cerita & nama karakter dalam postingan ini, anggap aja hanya kebetulan belaka :p Peace*

10 comments:

intan said...

that's life, seperti melihat buah semangka yang busuk kita udah cape marah2 ternyata semangka itu busuknya hanya 1 titik sementara yang bisa dinikmati masih lebih banyak. tips : apa yang kita jalani sekarang itulah kebahagiaan yang sebenarnya, rumput tetangga memang menggoda kita untuk bermain kesana

Farika said...

Hmm...bener sih.. Tapi itu bukan point yang mau aku ungkapin di sini :) Anyhow, thanx for your comment

Btw, kamu ko ga ada link-nya ya? :)

dini said...

hmm.. kayaknya gue kenal nih ama si 'kayla' ini..
hehehe....

Farika said...

Heheheh ah masa sih Busen... So' tau deeeeeh :p

apep said...

hmmm....

Morningdew said...

Ah, this post reminds me of someone I once held dear in my heart. I decided to walk away from his life without closure. Time has proven that he will never erase himself from my memory. Ah.

ella said...

hmmm. closure is important. kan ga enak nanggung. kentang gitu loh.
but somehow I think any relationship should end nicely, just for the sake of friendship and also avoiding heartaches and wondering...
kinda reminds me of the movie nicholas cage starred in with tea leoni (the family man), where tea leoni said "Do you need closure??" in a rather hurried and rather loud voice..
I guess we all need to have closure in our lives.
Kok berat ya tulisan gw....halah.

Anonymous said...

Would my life be brighter if I were with him? Would I love my life better than today? Was he the one? Is he the one? A thousand questions linger on...

Honetly, I'd love to hear the answers but maybe not at this life :) Not at this time.

Kayla said...

Biarkan menjadi misteri kehidupan.

Farika said...

Wah Ella, jadi berat karena pengalaman pribadi mungkin? :)

Anonymous, maybe those questions yang bikin your life now is more interesting, don't you think? :)

Hmm.. Ini Kayla yang asli ato bukan yaaaaaaaaaaa???? :D